Proyek revitalisasi pedestrian Kota Bontang ini dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas infrastruktur perkotaan. Berlokasi di Jalan MT. Haryono, Kota Bontang, Kalimantan Timur, proyek ini berfokus pada penataan kawasan pedestrian di area dengan lalu lintas tinggi dan aktivitas publik yang intens.
Kondisi tersebut menuntut perencanaan infrastruktur yang tidak hanya fungsional, tetapi juga aman dan nyaman bagi pejalan kaki.
Revitalisasi ini bertujuan menciptakan ruang publik yang lebih ramah bagi masyarakat, dengan memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan, serta estetika kawasan perkotaan. Trotoar tidak lagi diposisikan sekadar sebagai jalur pejalan kaki, melainkan sebagai bagian dari sistem kota yang mendukung mobilitas dan identitas visual kawasan.
Oleh karena itu, proyek ini perlu pendekatan terpadu dalam pemilihan elemen infrastruktur agar mampu menjawab kebutuhan fungsional sekaligus karakter lingkungan perkotaan Kota Bontang.
Tantangan Teknis Proyek
Revitalisasi kawasan pedestrian Kota Bontang, menghadirkan tantangan teknis yang bersifat multifungsi. Kawasan ini tidak hanya berperan sebagai jalur pejalan kaki, tetapi juga sebagai ruang publik yang berada di area dengan lalu lintas yang cukup ramai. Kondisi tersebut menuntut elemen infrastruktur yang mampu menggabungkan fungsi keselamatan, kenyamanan, dan estetika kawasan pedestrian secara seimbang.
Salah satu tantangan utama adalah menghadirkan fasilitas pedestrian yang mempercantik tampilan kota tanpa mengorbankan fungsi utamanya. Bangku trotoar, tiang lampu dekoratif, serta bollard dengan ornamen dirancang untuk memperkuat karakter visual kawasan pedestrian Kota Bontang.
Namun, di sisi lain, elemen-elemen tersebut harus tetap kokoh, aman, dan sesuai dengan intensitas penggunaan ruang publik perkotaan. Selain aspek estetika, proyek ini juga dihadapkan pada tantangan pengelolaan drainase perkotaan.
Kawasan ini juga membutuhkan sistem drainase yang efektif agar tidak mengganggu aktivitas pejalan kaki, sekaligus mampu menjadi bagian dari solusi dalam mengurangi potensi genangan dan banjir di area pedestrian.
Hal ini tentu selaras dengan apa yang dikatakan oleh Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud yang menegaskan bahwa fasilitas publik haruslah inklusif. Sehingga trotoar tak hanya jadi pemanis jalan, tapi harus bisa dinikmati oleh semua kalangan termasuk lansia dan penyandang disabilitas. Selain itu, fungsi drainase juga harus optimal untuk mencegah genangan dan banjir.
“Trotoar bukan hanya soal estetika kota, tetapi menyangkut keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Kualitas pengerjaan harus benar-benar diperhatikan, termasuk drainasenya, agar tidak menimbulkan genangan,” ujar Rudy Mas’ud, 29 Desember 2025, dikutip dari kaltimprov.go.id
Baca Juga
Solusi yang Diterapkan Bersama Futake Indonesia

Menjawab tantangan revitalisasi pedestrian Jalan MT. Haryono Kota Bontang, Futake Indonesia menyediakan produk berkualitas untuk mendukung infrastruktur perkotaan terintegrasi.
Solusi diterapkan sebagai sistem penataan pedestrian terintegrasi yang memadukan estetika, keselamatan, dan fungsi teknis infrastruktur kota.
Bangku Trotoar Kota Bontang
Pada area pedestrian, Futake Indonesia menghadirkan bangku trotoar yang dirancang untuk mendukung kenyamanan pejalan kaki di ruang publik. Bangku ini memakai rangka cast iron kokoh dan dudukan kayu jati solid, menyeimbangkan daya tahan material dengan identitas Kota Bontang.
Tiang Lampu Dekoratif Kota Bontang
Untuk mendukung pencahayaan sekaligus memperkuat identitas visual kawasan, digunakan tiang lampu dekoratif dengan desain khas Kota Bontang. Tiang lampu setinggi 4 meter ini dilengkapi dua cabang dengan finishing warna hitam dan emas, serta ornamen burung kuntul pada setiap cabang sebagai simbol lokal Kota Bontang.
Pada bagian pucuk, tiang lampu juga dilengkapi logo Kota Bontang, menjadikannya tidak hanya sebagai elemen penerangan, tetapi juga bagian dari citra kawasan pedestrian.
Bollard Ornamental Burung Kuntul Kota Bontang
Aspek pengamanan jalur pejalan kaki diperkuat melalui pemasangan bollard ornamental berbahan aluminium cor. Dengan tinggi 1 meter dan ornamen burung kuntul warna emas timbul, bollard ini berfungsi sebagai pembatas area pedestrian tanpa menghilangkan nilai estetika kawasan. Desainnya memastikan perlindungan terhadap jalur pejalan kaki sekaligus menjaga keteraturan ruang publik.
Grill Cover DPUPR Kota Bontang
Sementara itu, untuk mengurangi potensi genangan air, Futake Indonesia juga menyediakan grill cover drainase berbahan cast iron. Grill cover ini dirancang kuat untuk area perkotaan dengan lalu lintas ramai, dilengkapi ornamen timbul “DPUPR Kota Bontang” sebagai identitas.
Keberadaan sistem drainase ini menjadi bagian penting dalam mendukung upaya penanganan potensi banjir di lingkungan perkotaan.
Implementasi Produk Futake di Pedestrian Kota Bontang

Implementasi penataan kawasan pedestrian di Jalan MT. Haryono, Kota Bontang, menunjukkan perubahan visual dan fungsional. Lampu PJU yang sebelumnya bersifat standar kini memancarkan cahaya yang lebih hangat dan estetis, sehingga menciptakan suasana kawasan yang nyaman pada malam hari.
Pencahayaan ini tidak hanya berfungsi sebagai penerang, tetapi juga membentuk vibe ruang publik yang menarik dan ramah bagi aktivitas masyarakat.
Seiring dengan revitalisasi trotoar, penerapan desain perkotaan dengan produk Futake Indonesia yang estetik berhasil mengubah kawasan ini jadi lebih tertata. Jalur pedestrian yang rapi, pencahayaan dekoratif, serta elemen pendukung lainnya menjadikan area ini enak dipandang dan bisa dimanfaatkan sebagai latar swafoto oleh masyarakat.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa penataan pedestrian yang tepat mampu meningkatkan kualitas ruang publik, sekaligus memperkuat citra kawasan perkotaan Kota Bontang.
Mewujudkan Ruang Publik yang Nyaman dan Berkarakter
Proyek revitalisasi pedestrian di Jalan MT. Haryono, Kota Bontang, menunjukkan bahwa penataan infrastruktur perkotaan membutuhkan pendekatan yang terintegrasi. Perpaduan antara fungsi teknis, keselamatan pengguna, serta desain estetis terbukti meningkatkan kualitas ruang publik dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
Penerapan elemen penunjang pedestrian yang dirancang kontekstual mengubah kawasan ini menjadi ruang kota tertata dengan identitas visual yang kuat. Implementasi ini menegaskan bahwa pemilihan solusi infrastruktur yang tepat dapat memberikan dampak terhadap kenyamanan, keamanan, dan citra kawasan perkotaan.
Langkah Selanjutnya untuk Proyek Anda
Setiap proyek perkotaan memiliki karakter dan tantangan yang berbeda. Perencanaan penataan pedestrian, penerangan, pengamanan kawasan, dan sistem drainase harus menyesuaikan kondisi lapangan serta tujuan proyek secara menyeluruh.
Siap Mewujudkan Ruang Publik yang Aman dan Estetis?
Diskusikan kebutuhan penataan pedestrian dan infrastruktur kawasan bersama Futake Indonesia untuk solusi yang terintegrasi serta berkelanjutan.

15 Menu Takjil Favorit yang Kekinian Selama Bulan Puasa
Read MoreGathering Kantor Futake Superteam: Kunci Sukses Perkuat Kolaborasi Tim
Read More5 Tempat Wisata di Bontang yang Wajib Dikunjungi saat Libur Lebaran
Read More