Hubungi Kami Sekarang

Hubungi Kami Sekarang

Tiang lampu atau tiang lentera merupakan struktur penyangga vertikal untuk menopang lampu pencahayaan di area luar ruangan agar cahaya dapat menyebar secara optimal.Jenis penyangga ini memiliki variasi desain ornamen, tinggi hingga bentuk tiang itu sendiri. Misalnya tiang lampu oktagonal, hexagonal ataupun tiang lampu bulat. Sedangkan tinggi tiang lampu bisa sekitar 2 meter hingga 13 meter.

Fungsi Tiang Lampu

Secara umum fungsi tiang lampu adalah sebagai berikut:
  • Meningkatkan keamanan dengan memberikan visibilitas bagi pengguna jalan terutama saat malam hari.
  • Mencegah kriminalitas dan kecelakaan dengan meminimalisir titik gelap di ruang publik.
  • Membantu meningkatkan visibilitas navigasi sehingga pengguna jalan dapat melihat rute, rambu hingga persimpangan dengan lebih mudah.
  • Meningkatkan estetika kota terutama jika tiang lampu memiliki desain seperti ornamen yang sesuai dengan tema lokasi pemasangan tiang lampu.

Jenis Tiang Lampu

Pada dasarnya, tiang lampu terbagi menjadi 3 kategori, yaitu dari jenisnya, lokasi pemasangan, material.

Bentuk Tiang Lampu

Ada 4 bentuk tiang lampu yang biasanya digunakan, yaitu:
  • Bulat: bentuk ini adalah yang paling konvensional. Bentuknya siliner lurus dari bawah hingga ke atas. Karena itu, umumnya bentuk tiang lampu ini digunakan untuk jenis model tiang lampu klasik.
  • Hexagonal: sesuai namanya, bentuk penampang tiang lampu ini adalah segi enam.
  • Octagonal: bentuk tiang lampu ini memiliki penampang segi delapan. Umumnya digunakan untuk tiang lampu di area terbuka seperti jalan raya.
  • Balat taper: memiliki bentuk bulat yang mengerucut dengan bagian bawah yang lebih besar dan bagian atas yang semakin mengecil.

Material 

Tidak hanya dari pipa besi, ada material lainnya yang biasanya digunakan untuk membuat tiang lampu:
  • Baja galvanis (hot-dip galvanized/HDG): jenis material ini adalah pelat baja karbon rendah dengan lapisan seng cair dari proses pencelupan panas (hot-dip). Umumnya lebih tahan lama, tahan korosi, lebih tahan terpaan angin dan warnanya abu metalik. Karena itu cocok untuk tiang PJU, tiang lampu area industri hingga tiang lampu jalan tol.
  • Besi cor (cast iron): material ini memiliki struktur sangat padat sehingga bobotnya berat tapi kokoh guncangan dan angin. Selain untuk tiang lampu, khususnya tiang lampu taman, besi cor juga biasanya untuk membuat ornamen.
  • Aluminium: material ini lebih ringan dari keduanya, lebih mudah mudah dibentuk dan memiliki permukaan yang halus. Umumnya untuk ornamen hingga tiang lampu taman dan perumahan.
  • Stainless steel: material ini memiliki kandungan kromium tinggi yang mengkilap, tahan korosi, dan terlihat mewah. Karena itu material ini cocok untuk tiang lampu di kawasan komersial premium, psisir pantai dan perkantoran modern.
  • Beton (reinforced concrete): terbuat dari campuran semen, pasir dan batu split dengan kerangka besi di dalamnya. Biasanya untuk tiang lampu di pedesaaan/kampung.
  • Fiberglass (FRP/Komposit): material ini adalah kombinasi dari serat kaca dan resin plastik. Memiliki bobot ringan, tidak korosif, sifatnya isolator dan dapat diwarnai langsung saat proses cetak. Cocok untuk tiang lampu di kawasan industri kimia, area pesisir ataupun area pedestrian.

Lokasi atau Penempatan

Untuk penempatan tiang lampu jalan, bisa dikategorikan menjadi 6, yaitu:
  • PJU (Tiang Lampu Jalan Umum)
Biasanya tiang lampu jalan ini ada di sepanjang jalan raya. Misalnya di area jalan arteri, jalan tol, ring road, persimpangan jalan. Umumnya memiliki tinggi sekitar 6-13 meter dan memiliki lengan atau cabang tunggal ataupun ganda.
  • Tiang Lampu Jalur Pedestrian atau Trotoar
Jenis tiang lampu trotoar dipasang di area yang biasanya dilewati oleh pejalan kaki, misalnya di trotoar, jalur sepeda, koridor komersial ataupun JPO (Jembatan penyeberangan orang). Karena itu, umumnya, tiang lampu trotoar memiliki tinggi sekitar 3-5 meter.
  • Tiang Lampu Taman dan Landscape
Garden/landscape pole ini bisa digunakan sebagai penerang jalan ataupun dekorasi di area terbuka. Misalnya di taman kota, alun-alun, area hotel, resort, hingga pekarangan atau taman rumah. Ciri khasnya adalah memiliki ornamen menarik yang estetis dan umumnya memiliki tinggi sekitar 2-4 meter.
  • Tiang Lampu Area Sorot Tinggi
Jenis tiang lampu high mast ini memiliki tinggi sekitar 15-30 meter, bahkan lebih untuk menerangi area yang sangat luas dari 1 titik saja. Umumnya memiliki sistem katrol otomatis dan bisa menampung banyak lampu sorot. Biasanya tiang lampu high mast ditempatkan di area pelabuhan, stadion, bandara, persimpangan jalan tl bertingkat, lapangan parkir logistik hingga area pertambangan.
  • Tiang Lampu Area Pesisir dan Dermaga
Jenis tiang lampu ini khusus untuk area dengan kadar garam dan kelembaban ekstrem. Coastal pole umumnya memiliki tinggi sekitar 4-9 meter. Ciri khususnya ada di material anti korosi tingkat tinggi seperti FRP, aluminium alloy khusus, stainless steel premium.
  • Tiang Lampu Koridor Cagar Budaya
Jenis tiang lampu ini hampir sama seperti untuk taman dan landscape dan memiliki desain custom. Misalnya lambang atau icon khas dari area tersebut. Umumnya memiliki tinggi sekitar 4-6 meter dan ditempatkan di area khusus seperti sekitar keraton, kawasan tempat wisata bersejarah lainnya.

Harga Tiang Lampu Terbaru

Lantas, berapa harga tiang lampu?Umumnya, harga tiang lampu sekitar Rp300 ribuan hingga lebih dari Rp135 juta. Harga tersebut tergantung dari:
  • Tinggi tiang
  • Jenis materialnya apa
  • Ketebalan plat
  • Desain tiang lampu itu sendiri
  • Jumlah pesanan
Untuk harga tiang lampu yang lebih terjangkau tapi kualitasnya tidak murahan, Anda bisa cek dan pesan tiang lampu di Futake Indonesia.Futake Indonesia merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi produk turunan logam. Salah satunya adalah tiang lampu.Anda bisa pesan satuan untuk kebutuhan pribadi ataupun lebih dari 10 untuk proyek kecil hingga nasional. Anda bisa konsultasi terlebih dahulu di nomor 081377990055 dan dapatkan harga terjangkau sesuai anggaran Anda.
Chat via WhatsApp