Ada banyak sekali model tiang penunjuk arah. Namun, model seperti apa yang cocok untuk kawasan publik seperti di tempat wisata?

Kawasan wisata yang indah dan fasilitas publik yang tertata, bisa jadi langsung kehilangan nilai kenyamanannya hanya karena satu hal sederhana, yaitu, penunjuk arah yang tidak jelas.

Pengunjung terpaksa berhenti, bertanya, membuka maps, bahkan berputar arah karena bingung menemukan lokasi yang dituju. Di sinilah peran model tiang petunjuk arah menjadi sangat krusial.

Bukan sekadar penanda jalan, tiang petunjuk arah yang tepat mampu mengarahkan alur pengunjung, meningkatkan pengalaman berkunjung, sekaligus mencerminkan profesionalisme pengelolaan kawasan.

Sayangnya, masih banyak pengelola kawasan wisata dan instansi pemda yang bingung menentukan model tiang penunjuk arah yang sesuai kebutuhan area, baik dari sisi desain, fungsi, hingga ketahanannya untuk penggunaan jangka panjang.

Biar tidak bingung memilih model tiang penunjuk arah yang tepat untuk pengadaan Anda, scroll terus untuk dapatkan pilihannya!

Apa itu Tiang Penunjuk Arah?

Apa itu Tiang Penunjuk Arah

Tiang penunjuk arah (signage) adalah elemen kunci dalam sistem wayfinding, sebuah kompon­­en informasi visual yang membantu pengunjung atau pengguna lingkungan menemukan lokasi tujuan dengan lebih cepat, jelas, dan efisien.

Secara praktis, tiang ini menampilkan panah, teks, atau peta yang mengarahkan ke fasilitas penting seperti area parkir, toilet, titik informasi, atau rute jalur wisata di suatu kawasan.

Konsep wayfinding sendiri telah berkembang menjadi disiplin penting dalam desain lingkungan, yang pada awalnya diperkenalkan dalam desain grafis dan ruang publik pada pertengahan abad ke-20 sebagai respon atas kebutuhan informasi non-verbal yang mudah dipahami dalam ruang yang kompleks.

Sistem penunjuk arah bukan hanya memperlancar navigasi, tetapi juga meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan pengalaman pengunjung dalam area publik sebagai hal yang amat penting bagi kawasan wisata, fasilitas kota, maupun proyek penataan ruang publik.

Mengapa Pemilihan Model Tiang Penunjuk Arah Sangat Krusial?

Bayangkan kawasan wisata yang indah, fasilitas lengkap, tetapi pengunjung justru mondar-mandir karena bingung arah Pengalaman seperti ini sering terjadi karena kurangnya fasilitas dan juga pemilihan tiang penunjuk arah yang tidak tepat.

Kesalahan umum yang sering dilakukan pengelola kawasan adalah memilih model tiang hanya berdasarkan harga yang murah atau desain yang mewah, tanpa mempertimbangkan keterbacaan, penempatan, dan kesesuaian dengan kondisi area.

Padahal, menurut The Importance of Wayfinding Signs pemilihan tiang penunjuk arah yang dirancang dengan baik dapat berfungsi semestinya, contoh membangun citra kawasan yang tertata, membantu orientasi, memberikan arah yang jelas, meningkatkan kemudahan navigasi, serta memberikan pengalaman baik bagi pengguna.

Kawasan dengan sistem penunjuk arah yang jelas akan terasa lebih rapi dan terkelola, sementara area tanpa penunjuk yang memadai cenderung menimbulkan kebingungan, keluhan, dan kesan kurang siap dalam pengelolaan fasilitas publik.

Cara Memilih Model Tiang Penunjuk Arah Sesuai Kebutuhan Kawasan

Memilih model tiang penunjuk arah sering dianggap hal kecil, padahal dampaknya besar terhadap kenyamanan pengunjung. Tanpa penunjuk arah yang jelas, kawasan yang bagus sekalipun bisa terasa membingungkan dan tidak tertata.

  • Setiap kawasan memiliki kebutuhan yang berbeda, mulai dari luas area, jumlah titik tujuan, hingga tipe pengunjung yang datang, baik wisatawan umum, rombongan keluarga, lansia, maupun anak-anak. semuanya mempengaruhi model tiang penunjuk arah yang paling tepat untuk digunakan.
  • Faktor keterbacaan juga wajib diperhatikan. Ukuran huruf, arah panah, dan posisi pemasangan harus mudah terlihat dari jarak tertentu agar pengunjung tidak perlu berhenti atau bertanya untuk menemukan arah.
  • Model tiang penunjuk arah perlu menyesuaikan konsep kawasan dan ketahanan materialnya. Penunjuk arah yang selaras dengan desain area serta tahan terhadap cuaca akan lebih awet, minim perawatan, dan efektif digunakan dalam jangka panjang.

“Model yang tepat bukan soal mahal atau murah, tapi seberapa efektif dapat membantu pengunjung menemukan arah tanpa bertanya.”

7 Model Tiang Penunjuk Arah Berdasarkan Desain

Berikut model tiang penunjuk arah yang paling banyak digunakan, dengan contoh penerapan sebagai solusi pengadaan fasilitas publik.

1. Tiang Penunjuk Arah Satu Arah

Tiang Penunjuk Arah Satu Arah

Model ini dirancang untuk menunjukkan satu tujuan utama dengan arah yang jelas. Dan fleksibel, karena dapat dipindahkan sesuai kebutuhan. Model satu arah ini memiliki struktur kokoh dan tulisan yang mudah dibaca dari jarak jauh.

Karena hanya untuk memperjelas satu bagian, sehingga dapat digunakan sebagai penanda seperti titik kumpul, area parkir, ataupun biasanya kalau di kampung digunakan sebagai penanda bahwa jalan sedang dipakai hajatan maupun sedang ada kematian

2. Tiang Penunjuk Arah dengan Peta Lokasi

Tiang Penunjuk Arah dengan Peta Lokasi

Model ini dapat menampilkan peta kawasan secara visual untuk membantu orientasi pengunjung di suatu kawasan atau destinasi wisata.

Umumnya dipasang di pintu masuk kawasan wisata atau pusat informasi. Dengan kombinasi material kuat dan tampilan peta yang jelas serta informatif.

3. Tiang Penunjuk Arah Minimalis Modern

Tiang Penunjuk Arah Minimalis Modern

Model seperti ini mengutamakan desain yang sederhana, rapi, dan tidak banyak ornamen. Mengunggulkan desain yang estetik dan terlihat sangat modern karena bentuknya minimalis dan tidak neko-neko.

Cocok untuk kawasan urban dan fasilitas publik modern. Model minimalis ini menawarkan tampilan bersih dengan material tahan cuaca dan perawatan rendah.

4. Tiang Penunjuk Arah Dengan Lampu

Tiang Penunjuk Arah Dengan Lampu

Model tiang penunjuk arah dengan lampu ini sangat efisien untuk tempat yang rawan penerangan, alhasil dapat menjadi acuan orang ketika ingin ke tempat tersebut.

Dapat di custom ingin berapa lampunya sesuai keinginan dan kebutuhan. Dan model ini dapat memudahkan membaca petunjuk dengan jelas saat keadaan gelap.

5. Tiang Penunjuk Multi Arah Kawasan Wisata

Tiang Penunjuk Multi Arah Kawasan Wisata

Model ini umumnya di custom sesuai dengan karakter kawasan, biasanya dipadukan dengan ornamen-ornamen mencolok khas daerah tersebut.

Model multi arah ini memungkinkan pengunjung dapat menunjukan beberapa lokasi sekaligus dalam satu titik. Sangat efektif untuk kawasan wisata luas dan area publik.

Model ini terdiri dari tiang dan beberapa papan penunjuk, paling banyak dipilih untuk beberapa kawasan wisata karena efisien, rapi, dan mudah disesuaikan dengan kebutuhan kawasan.

6. Tiang Penunjuk Arah Custom Branding

Tiang Penunjuk Arah Custom Branding

Model ini dirancang khusus sebagai tiang penunjuk arah custom branding, sehingga dapat menyesuaikan identitas visual kawasan, mulai dari warna, logo, hingga tipografi. Digunakan untuk memperjelas nama jalan maupun nama suatu kawasan.

Pastinya setiap kawasan memiliki ciri khas tersendiri. Jadi model ini paling banyak digunakan sebagai tiang penanda jalan, penanda kawasan. Yang dapat mempertegas nama dari kawasan tersebut.

7. Tiang Penunjuk Arah Reflektif

Tiang Penunjuk Arah Reflektif

Dilengkapi material reflektif yang dapat menyala di malam hari, tetapi tidak menggunakan listrik loh!

Menurut Studi Sage Journals bahwa material reflektif bisa terlihat menyala tanpa listrik karena terdapat material berbasis strontium aluminate yang mampu menyerap cahaya dan memancarkannya kembali dalam kondisi gelap sebagai sistem penunjuk arah.

Agar tetap terbaca pada malam hari atau kondisi minim cahaya. Model ini penting untuk keamanan dan kenyamanan pengunjung. Dengan model reflektif yang efektif tanpa mengganggu estetika kawasan.

3 Jenis Model Tiang Penunjuk Arah Berdasarkan Material

Jika berdasarkan materialnya, setidaknya ada 3 model tiang penunjuk arah yang bisa Anda adaptasi.

1. Tiang Penunjuk Arah dari Besi

Tiang Penunjuk Arah dari Besi

Model ini dirancang untuk penggunaan luar ruang dengan kondisi cuaca ekstrem. Dengan material besi yang kuat dan kokoh sehingga tahan terhadap benturan dan angin kencang.

Tetapi material ini harus dilapisi cat anti karat atau powder coating agar dapat bertahan dari panas dan hujan. Menjadikannya ideal untuk area terbuka dengan aktivitas tinggi.

2. Tiang Penunjuk Arah Berbahan Kayu

Tiang Penunjuk Arah Berbahan Kayu

Menggunakan material kayu yang memiliki visual alami dan estetik sehingga dapat menyatu dengan lingkungan berkonsep tradisional. Cocok untuk desa wisata dan kawasan alam, dengan opsi desain alami.

Dengan tulisan yang diukir dapat menambah kesan karakter yang otentik, bobot nya yang ringan sehingga perlu pondasi yang kokoh, agar kuat terhadap angin kencang.

Tetapi material ini rentan terhadap cuaca dan area lembab, berpotensi lapuk, retak, dan berjamur. Sehingga memerlukan perawatan rutin atau coating ulang, terlebih lagi harus melakukan pergantian berulang.

3. Tiang Penunjuk Arah Kombinasi (Logam + Akrilik/Papan)

Tiang Penunjuk Arah Kombinasi Logam Akrilik atau Papan

Menggabungkan kekuatan material logam dan visual informatif dari akrilik atau papan. Agar informasi yang tertulis tidak luntur terkena hujan maupun panas.

Cocok untuk pusat informasi karena tulisan didalamnya tidak cepat pudar, karena ditutupi dengan lapisan akrilik. Model kombinasi ini unggul dalam keterbacaan dan fleksibilitas desain sesuai identitas kawasan.

Dengan memilih model tiang penunjuk arah yang tepat, pengelola kawasan dan pemda dapat menghadirkan sistem navigasi yang lebih efektif, estetis, dan tahan lama. Futake siap menjadi solusi pengadaan tiang penunjuk arah dengan berbagai pilihan model, material berkualitas, serta layanan custom sesuai kebutuhan proyek Anda.

Konsultasikan kebutuhan tiang penunjuk jalan yang tepat serta custom desain yang Anda Inginkan sekarang.

Pesan Model Tiang Penunjuk Arah Sesuai Kebutuhan Anda!

Mau model minimalis, aesthetic, modern, komtemporer hingga sesuai branding tempat, bisa pesan di sini!

 

Artikel Lainya
Chat via WhatsApp